Rabu, 25 April 2012

Manfaat Cuci Tangan


“Sudah cuci tangan apa belum? Ayo, cuci tangan dulu!” Kalau kalimat itu sering Anda sampaikan pada si kecil, berarti Anda orangtua yang bijak dan tahu arti kesehatan. Kendati, di sisi lain mungkin si anak sebal karena terus-menerus diingatkan dan cenderung “lupa” jika tidak ditegur.

Cuci tangan memang sangat sepele kedengarannya. Sebagai suatu pekerjaan yang harus dilakukan pun, cuci tangan bukan hal berat. Tetapi manfaatnya? Luar biasa! Keuntungan yang paling sederhana dari kegiatan ini adalah membuat anak terbebas dari kuman.


Biang keladi penyakit

Seperti kita ketahui, tangan adalah bagian tubuh yang paling sering bersentuhan dengan benda-benda di sekitar kita, yang belum tentu terjamin kebersihannya. Nah, dengan mudah pula, kuman menempel di tangan kemudian berpindah ke tempat lain. Entah karena kita kemudian memegang benda lain atau bahkan menyentuh bagian tubuh kita sendiri.

Anggota tubuh yang paling sering berhubungan langsung dengan tangan adalah mulut dan hidung. Alhasil, tangan yang kotor menjadi salah satu penghantar utama masuknya kuman/mikroba penyebab penyakit ke dalam tubuh. Sementara mulut dan hidung merupakan pintu masuk kuman ke dalam tubuh. Celakanya, anak kecil amat suka memegang berbagai benda bahkan memasukkan tangan atau benda apa saja ke dalam mulut mungilnya.

Banyak penyakit yang ditularkan melalui tangan, antara lain influenza, meningitis, hepatitis A, diare, penyakit kulit, dan gangguan usus. Pada banyak kasus, anak yang menderita diare akut, bisa berujung pada kematian. Asal tahu saja, jika tangan manusia menyentuh tinja, maka akan terkontaminasi dengan lebih dari 10 juta virus dan satu juta bakteri yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit.

Jadi, tak bisa ditawar lagi, cuci tangan secara benar dengan menggunakan sabun, amat besar manfaatnya demi menjaga kesehatan bahkan nyawa si kecil.

Sesering mungkin

Kapan harus cuci tangan? Lakukan sesering mungkin! Terutama selama musim flu. Jika secara berkala mencuci tangan dengan benar, dapat mengurangi risiko terkena atau menyebarkan flu. Segera cuci tangan dengan sabun ketika:

* Sebelum dan sesudah menyiapkan makanan/masakan. Ini dapat mengurangi risiko terkena atau menyebarkan bakteri yang menyebabkan makanan beracun. Cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah mengolah masakan dari jenis unggas, telur mentah, daging, atau seafood.

  • Sebelum dan sesudah makan.
  • Usai buang air kecil/besar. Juga sehabis mengganti popok si kecil.
  • Sesudah bersin, batuk, membuang ingus.
  • Sehabis memegang barang yang kotor.
  • Usai menggunakan telepon, bersalaman.
  • Setelah main/memegang/memberi makan binatang peliharaan.
  • Sehabis bepergian, main di luar rumah, berkebun, dan kegiatan lainnya.

Sekali lagi, jangan anggap remeh manfaat dahsyat mencuci tangan. Jangan pernah bosan pula mengingatkan anak untuk melakukannya, termasuk memberi contoh pada si kecil. Hanya dengan sekian detik mengorbankan waktu untuk cuci tangan, kita tak perlu buang-buang waktu (dan uang) karena harus terbaring di rumah sakit.

Cara tepat cuci tangan

1. Cuci tangan dengan air (akan lebih sempurna jika airnya hangat) yang mengalir dan gunakan sabun. Tak perlu harus sabun khusus antibakteri, namun lebih disarankan sabun yang berbentuk cairan.
2. Gosok tangan setidaknya selama 15-20 detik.
3. Bersihkan bagian pergelangan tangan, punggung tangan, sela-sela jari, dan kuku.
4. Gunakan tisu/handuk sebagai penghalang ketika mematikan keran air karena bagian itu sudah menjadi kotor saat Anda membuka/memutarnya ketika akan mencuci tangan.

Efektifkah Mencuci Tangan Dengan Air Panas?


Banyak orang berpikir bahwa cuci tangan dengan air panas akan lebih efektif untuk membunuh bakteri dibandingkan dengan air dingin. Namun, fakta yang sebenarnya adalah setiap air yang cukup panas untuk bisa membunuh bakteri dan virus di tangan dapat membuat kulit manusia melepuh.

Jika menggunakan air panas, dapat menyebabkan kulit kering dan pecah-pecah. Dengan adanya kulit yang pecah tersebut maka bisa menjadi tempat bersarangnya bakteri atau virus yang dapat menyerang kapan saja, seperti dikutip dari eHow.

Air yang panas atau hangat akan bekerja efektif untuk menghilangkan minyak tubuh yang terdapat di kulit, namun tergantung dari kuman dan kotorannya. Sebaiknya menggunakan air yang hangat saja, karena penggunaan air hangat juga bisa membuat sabun menjadi lebih berbusa yang turut membantu mengambil semua sampah-sampah yang ada di tangan.

Pusat Pengendalian Penyakit AS (CDC) mengatakan bahwa air biasa saja sebenarnya cukup baik untuk membersihkan dan menghilangkan kuman, sehingga tidak perlu air yang dingin atau panas. Hal yang terpenting adalah bagaimana cara Anda menggosok tangan dengan menggunakan sabun dan air.

Ketika mencuci tangan, sebaiknya menyabuni kedua sisi tangan mulai dari pergelangan tangan hingga ujung jari-jari serta jangan lupa untuk menggososkkan sabun pada sela-sela jari. Karena banyak orang yang hanya menyabuni telapak tangan saja, padahal di sela-sela jari tersebut merupakan tempat yang paling banyak terdapat kuman. Lakukan hal tersebut selama 20 detik, lalu bilas dengan menggunakan air mengalir untuk membuang kuman-kuman.

Setelah itu keringkan dengan menggunakan handuk atau tisu yang bersih sebelum melakukan kegiatan yang lain. Sebaiknya cuci tangan dilakukan sebelum dan sesudah makan, setelah bepergian, setelah bermain dengan bianatang peliharaan serta setelah menggunakan kamar mandi.

Pada saat mencuci tangan hal yag terpenting adalah penggunaan sabunnya. Air dengan suhu berapa pun tidak akan terlalu efektif jika penggunaan sabunnya tidak tepat.

Dampak Sampah Terhadap Kesehatan


Dalam setiap harinya warga kota Jakarta memproduksi bergunung-gunung sampah setiap harinya. Bila tidak terkontrol dengan baik sampah diketahui mempunyai dampak buruk terhadap kesehatan. Namun tetap saja banyak warga yang tidak bertanggung jawab membuang sampah sembarangan.


Lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai (pembuangan sampah yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan anjing yang dapat menjangkitkan penyakit. Potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah sebagai berikut:
  1. Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur air minum. Penyakit demam berdarah (haemorhagic fever) dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai.
  2. Penyakit jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit).
  3. Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. Salah satu contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita (taenia). Cacing ini sebelumnya masuk ke dalam pencernaaan binatang ternak melalui makanannya yang berupa sisa makanan/sampah.
  4. Sampah beracun: Telah dilaporkan bahwa di Jepang kira-kira 40.000 orang meninggal akibat mengkonsumsi ikan yang telah terkontaminasi oleh raksa (Hg). Raksa ini berasal dari sampah yang dibuang ke laut oleh pabrik yang memproduksi baterai dan akumulator.
 Dikutip dari: ardansirodjuddin.wordpress.com

Bahaya Merokok


Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok.

1. Asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Beberapa zat yang sangat berbahaya yaitu tar, nikotin, karbon monoksida, dsb.

2. Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung tiga kali lipat bahan pemicu kanker di udara dan 50 kali mengandung bahan pengeiritasi mata dan pernapasan. Semakin pendek rokok semakin tinggi kadar racun yang siap melayang ke udara. Suatu tempat yang dipenuhi polusi asap rokok adalah tempat yang lebih berbahaya daripada polusi di jalanan raya yang macet.

3. Seseorang yang mencoba merokok biasanya akan ketagihan karena rokok bersifat candu yang sulit dilepaskan dalam kondisi apapun. Seorang perokok berat akan memilih merokok daripada makan jika uang yang dimilikinya terbatas.

4. Harga rokok yang mahal akan sangat memberatkan orang yang tergolong miskin, sehingga dana kesejahteraan dan kesehatan keluarganya sering dialihkan untuk membeli rokok. Rokok dengan merk terkenal biasanya dimiliki oleh perusahaan rokok asing yang berasal dari luar negeri, sehingga uang yang dibelanjakan perokok sebagaian akan lari ke luar negeri yang mengurangi devisa negara. Pabrik rokok yang mempekerjakan banyak buruh tidak akan mampu meningkatkan taraf hidup pegawainya, sehingga apabila pabrik rokok ditutup para buruh dapat dipekerjakan di tempat usaha lain yang lebih kreatif dan mendatangkan devisa.

5. Sebagian perokok biasanya akan mengajak orang lain yang belum merokok untuk merokok agar merasakan penderitaan yang sama dengannya, yaitu terjebak dalam ketagihan asap rokok yang jahat. Sebagian perokok juga ada yang secara sengaja merokok di tempat umum agar asap rokok yang dihembuskan dapat terhirup orang lain, sehingga orang lain akan terkena penyakit kanker.

6. Kegiatan yang merusak tubuh adalah perbuatan dosa, sehingga rokok dapat dikategorikan sebagai benda atau barang haram yang harus dihindari dan dijauhi sejauh mungkin. Ulama atau ahli agama yang merokok mungkin akan memiliki persepsi yang berbeda dalam hal ini.

Kesimpulan :

Jadi dapat disimpulkan bahwa merokok merupakan kegiatan bodoh yang dilakukan manusia yang mengorbankan uang, kesehatan, kehidupan sosial, pahala, persepsi positif, dan lain sebagainya. Maka bersyukurlah anda jika belum merokok, karena anda adalah orang yang smart / pandai.

Ketika seseorang menawarkan rokok maka tolak dengan baik. Merasa kasihanlah pada mereka yang merokok. Jangan dengarkan mereka yang menganggap anda lebih rendah dari mereka jika tidak ikutan ngerokok. karena dalam hati dan pikiran mereka yang waras mereka ingin berhenti merokok.

artikel utuh: organisasi.org

Cara Menggosok Gigi Yang Baik


Dari artikel sebelumnya telah kita ketahui betapa pentingnya menggosok gigi. Namun tidak hanya sekedar menggosok gigi, ada pentingnya kita mengetahui cara menggosok gigi yang baik. Berikut adalah tips cara menggosok gigi yang baik.

Cara menggosok gigi yang baik:
  1. Sikat gigi dan gusi dengan posisi kepala sikat membentuk sudut 45 derajat di daerah perbatasan antara gigi dengan gusi.
  2. Gerakan sikat dengan lembut dan memutar. Sikat bagian luar permukaan setiap gigi atas dan bawah dengan posisi bulu sikat 45derajat berlawanan dengan garis gusi agar sisa makanan yang mungkin masih menyelip dapat dibersihkan.
  3. Gunakan gerakan yang sama untuk menyikat bagian dalam permukaan gigi.
  4. Gosok semua bagian permukaan gigi yang digunakan untuk mengunyah. Gunakan hanya ujung bulu sikat gigi untuk membersihkan gigi dengan tekanan ringan sehingga bulu sikat tidak membengkok. Biarkan bulu sikat membersihkan celah-celah gigi. Rubah posisi sikat gigi sesering mungkin.
  5. Untuk membersihkan gigi depan bagian dalam, gosok gigi dengan posisi tegak dan gerakkan perlahan ke atas dan bawah melewati garis gusi.
  6. Sikat lidah untuk menyingkirkan bakteri dan agar napas lebih segar.
  7. Pilihlah sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut karena yang keras dapat membuat gusi terluka dan menimbulkan abrasi pada gigi, yaitu penipisan struktur gigi terutama di sekitar garis gusi. Abrasi dapat membuat bakteri dan asam menghabiskan gigi karena lapisan keras pelindung enamel gigi telah terkikis.
  8. Ganti sikat gigi jika bulu sikat sudah rusak dan simpan di tempat yang kering sehingga dapat mongering setelah dipakai.
  9. Jangan pernah meminjamkan sikat gigi Anda kepada orang lain karena sikat gigi mengandung bakteri yang dapat berpindah dari orang yang satu ke yang lain meski sikat sudah dibersihkan.
  10. Gunakan sikat gigi elektrik untuk si kecil agar lebih mudah digunakan. Sikat gigi jenis ini sebenarnya dapat membersihkan lebih baik daripada sikat gigi manual, namun sebaiknya konsultasikan terlebih dulu soal penggunaannya dengan dokter gigi Anda.
Sumber: Prevention Indonesia

Pilih Pasta Gigi Anda!


Pasta gigi membantu membersihkan gigi saat kita menggosoknya dengan sikat gigi. Ada pentingnya untuk mengenali bahan2 yang terkandung didalam pasta gigi, agar Anda tidak salah dalam memilihnya.

Bahan2 yang terkandung di dalam pasta gigi antara lain:
  • Bahan abrasif
    Pasta gigi mengandung bahan abrasif untuk mengangkat sisa makanan, bakteri dan plak. Biasanya bahan itu adalah kalsium karbonat dan silikat.
  • Bahan penambah rasa.
    Biasanya pasta gigi menggunakan pemanis buatan atau sakarin untuk memberikan cita rasa yang beraneka ragam. Misalnya rasa mint, stroberi, kayu manis, bahkan rasa permen karet untuk pasta gigi anak.
  • Humectant
    Humectant adalah bahan penyerap air dari udara dan menjaga kelembaban. Misalnya gliserin, alpha hydroxy acids (AHA), dan asam laktat. Bahan ini digunakan untuk menjaga pasta gigi tetap basah
  • Deterjen
    Busa yang muncul saat kita menggosok gigi merupakan deterjen berupa sodium lauryl sulfat.
Pasta gigi dengan fluoride
Bahan yang perlu diperhatikan saat memilih pasta gigi adalah fluoride. Dalam 50 tahun terakhir, fluoride menjadi bahan paling efektif untuk melindungi email gigi dari kerusakan akibat asam dan mencegah gigi berlubang. Fluoride bisa mencegah pembusukan gigi dewasa dan memperkuat gigi yang masih tumbuh. Pada masa pertumbuhan gigi, fluoride dan kalsium membantu membentuk struktur gigi. Fluoride membuat email gigi lebih kuat. Beberapa tahun belakangan, penggunaan fluoride di pasta gigi sempat dipertanyakan. Adanya penelitian yang menyebutkan bahwa fluoride bisa berbahaya jika tertelan membuat pasta gigi berfluoride dilarang beredar di beberapa negara. Tapi penelitian lain menyebutkan, fluoride masih aman digunakan dalam kadar tertentu. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memberikan batasan penggunaan fluoride di pasta gigi sebesar 0,15%.

Pasta gigi untuk gigi sensitif
Anda yang memiliki gigi sensitif, sebaiknya memilih pasta gigi khusus. Ciri-ciri gigi senstif adalah tak tahan makanan atau minuman yang terlalu panas ataupun yang terlalu dingin. Gigi sensitif juga terkadang bisa membuat rasa ngilu saat memakan bahan makanan tertentu, misalnya gula, permen, cokelat dan sebagainya. Pasta gigi untuk gigi sensitif biasanya mengandung potasium nitrat atau strontium klorida. Bahan tersebut bisa mengurangi sensitivitas gigi dengan memberi perlindungan pada bagian yang terhubung dengan saraf gigi.

Pasta gigi pemutih
Setiap orang mengharapkan senyum indah dengan sederet gigi putig cemerlang. Itulah yang menyebabkan produk pasta gigi whitening semakin laris. Pasta gigi pemutih sebetulnya tidak mengandung bahan pemutih. Pasta gigi ini mengandung bahan abrasif yang bisa mengikis kotoran dan noda di gigi sehingga gigi terlihat lebih cerah. Banyak anggapan kandungan bahan abrasif pada pasta gigi pemutih bisa mengikis email gigi. Tapi studi ilmiah membuktikan bahwa bahan abrasif pada pasta gigi pemutih cukup aman dan tidak merusak pelapis gigi.

Waspadai bahan berbahaya
Beberapa tahun lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat mengeluarkan larangan pemakaian pasta gigi buatan Cina. Pasta gigi tersebut dianggap menggunakan bahan kimia berbahaya diethylene glycol. Bahan pelarut yang mencegah pasta gigi mengering itu bisa menyebabkan keracunan bila tertelan. Bila dipakai dalam jangka panjang, bisa memicu sakit ginjal. Agar lebih aman, sebaiknya Anda pilih pasta gigi yang terpercaya. Cek kemasannya untuk melihat bahwa pasta gigi tersebut sudah lolos uji kesehatan.

Dkutip dari: infogigi.com

Risiko Meludah di Sembarang Tempat


kalau kita melihat ke sekeliling kita, pasti kita akan menemukan orang-orang yang suka meludah di sembarang tempat. apalagi, bagi kita yang ke mana-mana menggunakan kendaraan umum berupa angkot, bis, atau bahkan jalan kaki untuk jarak dekat.

Meludah sembarangan memang merupakan kebiasaan buruk yang dilakukan oleh banyak orang. ketika saya menegur seorang teman yang sembarangan meludah, jawabannya adalah, "tenggorokan gw ga enak, ada dahaknya. masa gw simpen? kan penyakit". hmmm.. oke, itu memang penyakit. tapi ada kan cara lain yang lebih baik dari membuang ludahmu di tempat umum? cobalah ke toilet, buang ludahmu di sana, dan flush. penyakitmu hilang, dan kamu juga tidak menularkan penyakit untuk orang lain.

setelah googling ke beberapa tempat, saya menemukan beberapa penyakit yang bisa tersebar melalui hobi meludah sembarangan ini. penularan penyakit yang paling umum adalah influensa, tapi hepatitis pun dapat ditularkan melalui ludah. bahkan, ketika virus flu babi sedang marak-maraknya beredar, badan kesehatan Inggris melarang para pemain bola meludah di lapangan.

mengerti kan kenapa kebiasaan meludah sembarangan itu harus dihilangkan? ayo, kita hidup lebih sehat dengan menjaga kebersihan lingkungan. ingatkan teman-teman yang suka meludah sembarangan. jika memang harus meludah, keluarkanlah di toilet, atau keluarkan ke dalam tissue, dan buang di tempat sampah.